Sabtu, 05 Juli 2008

Sejarah Cinderella

cinderella

Siapa sih yang enggak tahu Cinderella atau Upik Abu? Siapa sih yang enggak pernah dengar ceritanya yang mengharu biru tentang gadis cantik yang malang yang akhirnya dipersunting pangeran tampan dan hidup bahagia selamanya? Penggemarnya begitu banyak karena dongeng ini sendiri sudah berumur ribuan tahun dengan berbagai versi. Meski beragam, tapi inti semua cerita itu tetap sama, yaitu pernikahan gadis biasa dan pangeran yang dilakukan dengan cara mencari gadis yang cocok dengan ukuran sepatunya.

Abad pertama sebelum masehi muncul dongeng tentang Rodophis, seorang gadis keturunan Yunani-Mesir yang dinikahi salah satu Firaun dari Mesir. Ceritanya ketika Rodophis mencuci di sungai, seekor elang mencuri sepatunya dan menjatuhkannya tepat di kaki Firaun Amasis yang saat itu berada di Kota Memphis. Kelanjutan kisahnya, bisa ditebak sendiri.

Tapi jika mau dilacak lebih awal, Rodophis ini diduga merupaka dongeng Suku Thracian, suku kuno yang hidup di wilayah Rumania dan Bulgaria sekarang. Suku itu sendiri ada sekitar abad ke-6 sebelum masehi. Jadi kemungkinan suku inilah yang mengarang kisah Cinderella pertama kali.

Tiongkok juga punya kisah tentang Ye Xian yang ditulis oleh Tuan C'heng-shih pada tahun 850. Ye Xian diceritakan sebagai gadis yatim yang bersahabat dengan seekor ikan, namun suatu hari ikan itu dibunuh ibu tirinya. Gadis itu tetap menyimpan tulang ikan yang ternyata membawa tuah. Ia datang ke sebuah pesta musim semi, namun saat terburu-buru pulang, sepatunya tertinggal dan ditemukan seorang panngeran. Dalam kisah Ye Xian digambarkan berkaki kecil.

Kisah Cinderella modern atau yang banyak diceritakan saat ini berakar dari kisah yang ditulis Charles Perrault, pengarang Prancis, pada tahun 1967. Awalnya gadis itu bernama Cendrillon tapi ketika kisahnya dialihbahasakan dan meluas ke negara-negara Eropa lain, namanya berubah menjadi Cinderella.

Banyak orang berpendapat Cinderella cuma nama julukan. Maka muncul gosip konyol kalau nama asli gadis itu adalah Ella. Karena sering membersihkan jelaga perapian (cinder) lalu jadilah nama Cinderella. Ada juga yang mengartikan nama itu sebagai kesuksesan setelah melewati kesengsaraan.

Menariknya, dalam ragam versi kisah Cinderella rupanya terekam juga situasi beserta adat istiadat masyarakat saat itu. Rhodophis misalnya, tidak menerima perlakuan kejam dari ibu tiri karena dia adalah seorang budal. Ia juga tak bertemu raja dalam suatu pesta tapi karena seekor elang mencuri sepatunya yang berwarna merah., jeni sepatu yang mungkin sedang tren saat itu.

Sedangkan Ye Xian diceritakan tidak datang ke pesta istana, tapi ke festival tahunan musim semi yang menjadi semacam ajang pencarian jodoh. Di festival itu ia memakai sepatu tenunan berwarna emas dengan sol keemasan pula. Jika dalam Rodhophis yang berperan adalah elang, dalam kisah Ye Xian yang berperan adalah burung. Ibu tiri dalam cerita ini juga diceritakan hanya memiliki seorang putri.

Jika Anda menglik sponsor saya disamping, berarti saya telah menjadi polisi cepek bagi Anda. Per klik cuma 300 perak bo! Tapi lumayanlah, buat kerokan.... Hehehe
 


Design by: Blogger XML Skins | Distributed by: Blogger Templates