
Raden Saleh adalah sosok yang tak henti menghebohkan dan gaib. Simak catatan ini. Pada 31 Maret 1996, selembar lukisannya, The Deer Hunt, terbayar Sing $ 3.083.750 dalam lelang Christie's di Singapura. Makamnya yang terletak di di kawasan Bondongan, Bogor sering didatangi orang yang mencari wangsit. Kematiannya tanggal 23 April 1880 dianggap menyimpan teka-teki. Sementara tahun kelahirannya yang tak jelas, apakah tahun 1813 menurut Sejarawan Noto Soeroto, 1814 menurut M.C Ricklefs atau 1807 menurut Baharudin Marasutan, tetap jadi perdebatan. Akhirnya orang mengamini 1907 dan dijadikan sebagai tahun kelahiran Raden Saleh yang resmi.
Raden Saleh Syarief Bustaman, nama lengkapnya, lahir di daerah Terboyo, Semarang, Jawa Tengah. Ayahnya, Sayid Husen bin Alwi bin Awal adalah pria Arab asal Hadramaut. Sementara ibunya adalah wanita Jawa. Masa kecilnya banyak dihabiskan dibawah bimbingan pamannya, Raden Adipati Sosrohadimenggolo, Bupati Terboyo. Lantaran kehidupannya diarahkan menjadi administratur dan diproyeksikan jadi pejabat di Cianjur, Jawa Barat.
Namun ia lebih menyukai dunia melukis sehingga dibawa ke Batavia dan diperkenalkan kepada Gubernur Jenderal Baron van der Capellen dan Prof. C.G.C Reinwardt, pendiri Kebun Raya Bogor. Di Bogor ia belajar melukis kepada A.A.J. Payen. Pelukis dan arsitek Belgia ini lalu menginformasikan kepada J.C Baud. Baud lantas meminta kepada Gubernur Jenderal J.G. van den Bosch agar Saleh diberi kesempatan belajar seni.

Tahun 1830, Saleh diajak Inspektur Keuangan de Linge ke Belanda dengan status sebagai pendamping untuk urusan budaya dan Bahasa Melayu serta Jawa. Tapi ketika de Linge kembali ke Indonesia, Saleh memohon untuk tetap di Belanda dengan alasan akan belajar ilmu hitung dan litografi. Ia bahkan selanjutnya belajar melukis kepada Andreas Schelfhout dan Cornelius Kruseman. Tapi lalu lewat surat bertanggal 8 Oktober 1837 yang ditujukan kepada Mantan Gubernur Van der Capellen, ia mengeluhkan situasi keuangannya. Agar diluluksn dia berjanji akan melukis Baud, Bosch dan Capellen secara gratis. Dari situasi keuangan yang selalu dirasa kurang inilah Saleh menaruh dirinya sebagai comission artist (pelukis pesanan) bagi kaum berpunya.
Sejarah mencatat selain dari istrinya yang pertama, Winkelman, dari pendapatannya sebagai comission artist itulah Saleh menjadi kaya. Saleh memang menikah dengan Winkelman, wanita Belanda janda jutawan pemilik pabrik gula. Tapi pada suatu kali Saleh ingin menikah lagi dengan wanita Jawa, Raden Ayu Danudirjo. Hasrat ini membuat Winkelman marah hingga perceraian pun terjadi.
Yang menarik, meski Saleh sangat dekat dengan para petinggi Belanda, pemerintah kolonial mencurigainya berkomplot dengan pemberontak di Tambun, Bekasi, pada 1869. Saleh tentu menolak tuduhan itu. Ia lalu menulis surat kepada Ratu, Pemerintah dan Bangsa Belanda, seperti disiarkan oleh Tijdschrift voor Nederlandsch, 1873.
Seperti lukisan-lukisannya yang dramatis, hidup Saleh ditutup dengan teka-teki. Ia diduga mati lantaran diracun. Si pembunuh konon adalah pembantu yang dituduh mencuri lukisannya. Raden Saleh, penerima sejumlah medali seni dari Eropa, meninggal pada Jumat, 23 April 1880 di Bogor.
Atas kematian itu, koran Java Bode yang terbit pada Rebo, 28 April 1880 menulis, "Tanggal 23 ini boelan soedah meninggal di Bogor, dengan mendadak, toekang gambar jang termasjhoer, Raden Saleh... Dengar-dengaran bilang jang Raden Saleh mati sebab orang kasi makan ratjoen padanja..."
Penguburan Raden Saleh berjalan khidmad dan diantar banyak orang dari berbagai lapisan. Jenazahnya pada Minggu, 25 April pukul 6 pagi dipikul 4 orang Jawa. Di belakangnya, seperti laporan Java Bode, berbaris "toean-toean ambtenaar, kandjeng toean assistant, toean Boetmy, toean tanah, hadji-hadji, satoe koempolen baris bangsa Islam, baik jang ada pangkat, jang tiada berpangkat, sampe anak-anak Djawa dari Landbouwschool."
Raden Saleh, sang perintis seni lukis Indonesia modern ini, memang menghebohkan sejak awal. Syaang keuletan Raden Saleh dalam menginternasionalisasikan dirinya hanya diwarisi segelintir perupa Indonesia jaman sekarang.
Jika Anda klik sponsor saya disamping, berarti Anda telah turut membantu lahirnya Raden-raden Saleh yang baru (Loh apa hubungannya? Gue bukan Toekang Gambar kok?) Ya siapa tahu nanti bisa dibeliin lukisannya Raden Saleh. (Ngimpi?) Kok malah tambah ngawur? Yah yang penting diklik aja deh.









|