Kehadiran situs jaringan pertemanan seperti MySpace, Friendster dan Facebook memang revolusioner lantaran mampu mengubah cara orang bersosialisasi. Namun hal itu ternyata juga membuka peluang terjadinya kejahatan pencurian identitas.
Menurut Graham Cluley dari Sophos, perusahaan keamanan IT, umumnya orang terlalu bersemangat mendapat teman baru sehingga kerap membuka hal-hal yang harusnya dirahasiakan. Mereka menuliskan informasi vital seperti tempat dan tanggal lahir, nama sekolah dasar bahkan ada yang menuliskan nama gadis ibunya. Padahal data-data tersebut umum ditanyakan sistem keamanan bila anda bertransaksi lewat online banking.
Selain itu, situs jaringan pertemanan seperti ini juga menjadi sasaran bagi predator seks untuk mencari sasarannya, karena semua data tersedia dan peserta juga dapat dihubungi. Apa lagi bagi para phaedophilia, situs-situs ini merupakan surga bagi mereka untuk mencari anak-anak dibawah umur yang bisa dengan mudah dikontak dan kemudian dikelabui atau bahkan diancam.
Jadi sebaiknya evaluasi lagi apa yang anda tulis di situs-situs tersebut, jangan sembarang menerima teman, bahkan kalau perlu kunci profile anda sehingga hanya teman-teman yang memang sudah anda kenal baik dan anda percaya yang bisa melihat profil anda demi keamanan anda sendiri.
Jika Anda klik sponsor saya disamping, berarti Anda telah membantu memberi makan kucing-kucing saya (hehehe)
Kamis, 24 Juli 2008
Langgan:
Comment Feed (RSS)









|